SEPUTARKATA.COM, BALIKPAPAN – Kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan memicu kewaspadaan Pemerintah Kecamatan Balikpapan Barat. Selain mendukung pembelajaran jarak jauh bagi siswa, pihak kecamatan bersama Tim Penggerak PKK membagikan masker dan memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui puskesmas.
Camat Balikpapan Barat, Erwin Dahri, mengatakan pihaknya mendukung kebijakan Wali Kota Balikpapan terkait pembelajaran jarak jauh bagi siswa jenjang SD, SMP hingga SMA. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang rentan terdampak penurunan kualitas udara.
“Kami mendukung edaran Bapak Wali Kota terkait pembelajaran jarak jauh. Kondisi asap saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak yang rentan terdampak,” kata Erwin, Selasa (27/10/2026).
Menurut dia, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh perlu memperhatikan perkembangan kondisi udara. Jika kabut asap masih menyelimuti kota, kebijakan tersebut diharapkan dapat dievaluasi sesuai situasi di lapangan dan ketentuan pemerintah kota.
Tak hanya mendukung kebijakan di sektor pendidikan, Kecamatan Balikpapan Barat juga melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap.
Bersama Tim Penggerak PKK kecamatan dan kelurahan, pembagian masker kepada masyarakat telah dilakukan pada Jumat pekan lalu di depan Kantor Kecamatan Balikpapan Barat.
Erwin menyebut pemantauan dampak kabut asap juga dilakukan melalui puskesmas yang melayani enam kelurahan di Balikpapan Barat. Pemantauan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat selama kualitas udara memburuk.
Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat asap masih pekat. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang mengkhawatirkan.
Di tengah persoalan kabut asap, masyarakat Balikpapan Barat juga menghadapi dampak cuaca kering, terutama terkait ketersediaan air bersih.
Erwin berharap kondisi asap segera berakhir agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan kekeringan juga membutuhkan perhatian karena turut memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Kami berharap kondisi asap ini segera berakhir. Di sisi lain, dampak kekeringan juga cukup besar dirasakan masyarakat, termasuk persoalan air bersih,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat upaya perlindungan masyarakat perlu dilakukan dari dua sisi, yakni mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi.
Pemerintah kecamatan berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti imbauan yang disampaikan, sembari menunggu kondisi udara dan cuaca kembali membaik.(*/ron)













