BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Penyelesaian Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 yang menghubungkan Karangjoang dengan KKT Kariangau, Balikpapan, menghadapi persoalan pembebasan lahan.
Sekitar 3 persen lahan di kawasan proyek, terutama di area pintu keluar tol, belum dapat dibebaskan sehingga sejumlah pekerjaan konstruksi belum bisa dilanjutkan.
Persoalan tersebut menjadi tantangan bagi pelaksana proyek menjelang berakhirnya masa kontrak pada 31 Desember 2026.
Sementara itu, sebagian jalur ditargetkan sudah dapat digunakan secara fungsional untuk mendukung perjalanan masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Properti Manager Proyek Tol IKN 5B dan Tol IKN 3A-2 James Satria mengatakan, pembebasan lahan secara keseluruhan telah mencapai 97 persen. Tim proyek masih mengupayakan penyelesaian bidang tanah yang tersisa bersama pihak terkait.
“Secara globalnya untuk lahan sudah 97 persen itu sudah bebas. Hanya 3 persen lagi yang belum bebas dan masih dalam proses,” kata James kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Menurut James, lahan yang belum tuntas tersebut berada di sejumlah titik kawasan exit tol, termasuk area yang masih terdapat rumah. Pemeriksaan terhadap lokasi telah dilakukan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lahan dan tim Kementerian Pekerjaan Umum.
Belum tersedianya lahan secara menyeluruh berdampak langsung terhadap pelaksanaan konstruksi. Kontraktor belum dapat mengerjakan bagian tertentu sebelum proses pembebasan lahan diselesaikan.
“Pelaksanaannya terkendala karena lahan tersebut belum bebas sehingga kita belum bisa kerjakan,” ungkap James.
Di tengah persoalan tersebut, pelaksana proyek tetap memprioritaskan pekerjaan yang memungkinkan diselesaikan lebih dahulu. Salah satu bagian yang ditargetkan dapat difungsionalkan pada masa libur akhir tahun ialah ramp 2, jalur penghubung dari arah Samarinda menuju IKN.
Adapun ramp 5 dan ramp 6 ditargetkan selesai pada 2027. Perbedaan target itu menunjukkan bahwa pemanfaatan sebagian jalur pada akhir tahun tidak serta-merta menandakan seluruh pekerjaan telah rampung.
“Ramp 2, yaitu dari Samarinda menuju IKN, ditargetkan rampung untuk fungsional Nataru,” kata James.
Fungsionalisasi jalur tersebut diharapkan mendukung kelancaran perjalanan menuju kawasan IKN selama peningkatan mobilitas pada masa liburan. Namun, pengoperasian secara fungsional tetap berbeda dari penyelesaian seluruh konstruksi sesuai lingkup kontrak.
Berdasarkan dokumen ringkasan eksekutif proyek, progres fisik Tol IKN Seksi 3A-2 tercatat 91,42 persen. Capaian itu masih berada di bawah rencana sebesar 91,76 persen, dengan deviasi minus 0,34 persen.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan konstruksi masih harus dikebut dalam sisa waktu pelaksanaan. Di sisi lain, penyelesaian bidang tanah yang belum bebas menjadi faktor penting agar pekerjaan pada titik-titik yang tertahan dapat dilanjutkan.
Tol IKN Seksi 3A-2 memiliki nilai kontrak Rp 2,85 triliun atau tepatnya Rp 2.850.597.497.000. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode 2023–2026 ini memiliki masa pelaksanaan sejak 21 Desember 2023 hingga 31 Desember 2026.
Pembangunan ruas tersebut dikerjakan melalui skema Integrated Joint Operation (IJO) yang melibatkan empat badan usaha milik negara, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).
Dalam komposisi pekerjaan yang tercantum pada dokumen proyek, Adhi Karya memperoleh porsi 35 persen, Hutama Karya 33 persen, Nindya Karya 20 persen, dan Brantas Abipraya 12 persen.
Adapun konsultan pengawas proyek terdiri atas PT Sarana Multi Daya (KSO) serta PT Jaya CM–PT Multhi Phi Beta.
Lingkup konstruksinya mencakup jalan di atas permukaan tanah (at grade) sepanjang 2.304 meter, jembatan sepanjang 40 meter, serta struktur elevated pile slab sepanjang 1.745 meter.
Selain itu, terdapat pekerjaan pada tiga lokasi overpass dan underpass, tiga lokasi junction ramp, serta dua lokasi pintu keluar tol atau ramp. Pekerjaan pendukung meliputi perkerasan jalan, struktur, drainase, dan berbagai pekerjaan minor lainnya.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, Tol IKN Seksi 3A-2 dirancang untuk memperkuat konektivitas dari Jalan Tol Balikpapan–Samarinda menuju kawasan IKN.
Kehadiran ruas ini diharapkan memperlancar pergerakan orang dan barang sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Balikpapan dan wilayah penyangga ibu kota baru. (*/jan)













