JAKARTA, Seputarkata.com – Timnas Indonesia memilih tidak larut dalam ambisi mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih John Herdman justru meminta skuad Garuda membangun perjalanan menuju gelar tersebut dengan menyelesaikan setiap pertandingan satu per satu.
Sikap itu disampaikan Herdman setelah memimpin sesi latihan perdana Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Herdman menilai Indonesia memiliki modal untuk bersaing dalam turnamen yang berlangsung di kandang sendiri. Namun, target besar tidak boleh membuat pemain kehilangan fokus terhadap standar permainan yang telah ditetapkan.
“Kami sangat optimistis. Sebagai sebuah tim, kami percaya diri dengan kemampuan kami,” ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris tersebut menekankan bahwa keberhasilan Indonesia di turnamen tidak ditentukan oleh upaya membuktikan keraguan pihak lain. Menurut dia, tantangan terbesar justru bagaimana para pemain mampu menjaga performa terbaik dalam setiap laga.
“Jadi ini tentang kami. Ini adalah kami melawan diri kami sendiri, di setiap pertandingan, untuk memenuhi standar kami,” katanya.
Herdman menyebut konsistensi menjadi kunci. Jika standar permainan yang diinginkan mampu dipertahankan, peluang Indonesia untuk melangkah jauh hingga mengangkat trofi terbuka.
“Dan jika kami mampu memenuhi standar tersebut, kami memiliki peluang yang sangat kuat untuk mengangkat trofi,” tegasnya.
Status sebagai tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Dukungan suporter dan kesempatan bermain di stadion sendiri dinilai dapat memberikan energi tambahan bagi skuad Garuda.
“Kami memiliki kesempatan untuk mengangkat trofi di stadion kami sendiri. Kondisinya sudah diatur sedemikian rupa untuk memberikan kami peluang terbaik,” tutur Herdman.
Meski demikian, Herdman mengingatkan bahwa persaingan di ASEAN tidak bisa dipandang sebelah mata. Indonesia memang memiliki banyak pemain bertalenta, tetapi sejumlah lawan datang dengan pengalaman dan kekompakan yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.
“Kami tahu ASEAN itu sulit. Sangat sulit. Kami datang dengan banyak talenta, tetapi banyak tim juga membawa banyak pengalaman sebagai tim nasional,” ujarnya.
“Jadi apa yang kami miliki dalam hal talenta bisa diimbangi oleh tim-tim yang sudah bermain bersama selama tiga, empat, lima tahun,” sambungnya.
Karena itu, Herdman memilih mengarahkan perhatian tim kepada laga terdekat. Indonesia akan mengawali perjuangannya dengan menghadapi Singapura pada Jumat (25/9/2026).
Tiga poin menjadi sasaran utama Herdman dalam pertandingan pembuka tersebut. Ia ingin skuad Garuda memulai turnamen dengan hasil maksimal sebelum memikirkan pertandingan berikutnya.
“Bagi kami, sekali lagi, satu pertandingan pada satu waktu. Kami akan fokus menghadapi Singapura dan berusaha meraih tiga poin,” pungkas Herdman. (*/jan)














