NUSANTARA, Seputarkata.com – Otorita Ibu Kota Nusantara menggandeng Bank Indonesia memperkuat pelayanan kunjungan masyarakat di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara melalui kehadiran Pemandu Wisata Nusantara yang kini aktif mendampingi pengunjung setiap akhir pekan.
Di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat yang datang melihat langsung perkembangan ibu kota baru, para pemandu wisata menjadi bagian penting dalam menjelaskan fungsi kawasan, nama bangunan, hingga filosofi pembangunan yang diterapkan di kawasan inti pemerintahan.
Setibanya pengunjung di area keberangkatan bus listrik, suasana penyambutan terasa lebih hidup karena para pemandu langsung memberikan penjelasan sepanjang perjalanan menuju sejumlah titik strategis di kawasan Nusantara.
Kehadiran mereka membuat kunjungan tidak hanya menjadi wisata melihat pembangunan, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif bagi masyarakat.
Salah seorang pengunjung, Rafi, mengaku awalnya hanya berencana berlibur akhir pekan ke IKN.
Namun, ia mengaku mendapat pengalaman berbeda setelah memperoleh penjelasan langsung selama perjalanan.
“Awalnya hanya ingin melihat langsung IKN, tetapi ternyata sepanjang perjalanan ada penjelasan tentang nama kawasan, fungsi bangunan, dan cerita di balik pembangunannya,” ujarnya, Minggu 15 Maret 2026.
Saat ini terdapat 25 Pemandu Wisata Nusantara yang bertugas melayani kunjungan masyarakat.
Mereka berasal dari kelompok sadar wisata dan warga lokal yang dibina melalui program Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN.
Sebelum bertugas, para pemandu telah mengikuti pelatihan intensif dan program pemagangan selama satu tahun.
Dari total jumlah tersebut, 20 orang telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Salah satu pemandu, Risa Astuti, menyebut keterlibatan masyarakat lokal dalam pelayanan kunjungan menjadi pengalaman berharga karena memberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam memperkenalkan perkembangan Nusantara kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Menurutnya, program ini tidak hanya membuka ruang partisipasi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan karena dapat menjadi bagian dari perjalanan pembangunan ibu kota baru.
Ia berharap jumlah pemandu wisata terus bertambah seiring berkembangnya kawasan dan meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat.
Program ini juga dinilai menjadi bentuk kolaborasi yang memperkuat peran warga sekitar dalam mendukung citra IKN sebagai kota masa depan yang terbuka, edukatif, dan inklusif. (*/jan)














