BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya memperbaiki kualitas permukiman di wilayah pesisir menjadi perhatian serius legislatif daerah.
DPRD Kota Balikpapan melalui Komisi III mendorong agar program perbaikan rumah tidak layak huni difokuskan pada kawasan yang masuk kategori kumuh sehingga dapat mendukung penataan lingkungan secara menyeluruh.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, mengatakan lebih dari 100 rumah akan menjadi sasaran program rehabilitasi pada tahun ini.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut harus diarahkan ke wilayah yang membutuhkan pembenahan tata ruang sekaligus peningkatan kualitas lingkungan.
“Kami meminta agar program bedah rumah ini diprioritaskan di kawasan kumuh, khususnya di daerah pesisir. Jadi bukan hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga mendorong penataan kawasan secara keseluruhan,” ujar Yusri, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan di Balikpapan sebenarnya memiliki potensi besar untuk ditata menjadi lingkungan yang lebih rapi dan menarik secara visual.
Dengan konsep penataan yang tepat, kawasan yang sebelumnya terkesan kumuh dapat berubah menjadi ruang permukiman yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Sebagai gambaran, Yusri menyinggung konsep kampung tematik seperti Kampung Warna-Warni yang telah diterapkan di berbagai kota di Indonesia.
Pendekatan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan dan keindahan kawasan tempat tinggal mereka.
Untuk memperkaya referensi program penataan kawasan, Komisi III juga berencana melakukan studi ke Palembang.
Kota tersebut dinilai memiliki pengalaman dalam menata kawasan pesisir dan bantaran sungai, termasuk pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana konsep penataan kawasan di sana. Bahkan pengelolaan sampahnya bisa memberikan nilai ekonomis bagi warga jika dikelola dengan baik,” jelasnya.
Program rehabilitasi rumah ini rencananya akan dilaksanakan di enam kecamatan di Balikpapan.
Wilayah pesisir seperti Balikpapan Timur, Balikpapan Kota, dan Balikpapan Barat menjadi lokasi dengan jumlah sasaran terbanyak.
Setiap rumah yang masuk dalam program ini akan mendapatkan bantuan sekitar Rp30 juta untuk perbaikan. Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp3 miliar.
Melalui program tersebut, DPRD berharap kualitas hunian masyarakat dapat meningkat sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata, bersih, serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih baik bagi warga setempat. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














