BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Puskesmas Klandasan Ilir gencar mendorong edukasi kesehatan remaja putri terkait anemia melalui program pemberian tablet tambah darah di sekolah-sekolah.
Program ini menyasar siswa SMP dan SMA yang rentan mengalami kekurangan zat besi akibat menstruasi dan pola makan yang kurang seimbang.
Dokter internship Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Martinus Aggriawan, menjelaskan, di Indonesia, satu dari tiga remaja putri terdiagnosa anemia.
Di Balikpapan sendiri, sebuah penelitian menunjukkan dari 229 siswa putri, 66 di antaranya mengalami anemia dengan kadar hemoglobin di bawah 12.
Program ini tidak sekadar membagikan tablet, tetapi juga disertai edukasi menyeluruh.
Sebelum pemberian, siswa mengikuti pretest untuk menilai pengetahuan mereka tentang anemia, gejala, serta cara mengonsumsi tablet tambah darah.
“Banyak remaja putri belum memahami manfaat tablet tambah darah dan vitamin yang mendukung penyerapan zat besi. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mereka,” kata dr. Martinus, Senin 24 November 2025.
Pemberian tablet dilakukan secara rutin, satu tablet per minggu saat menstruasi, dan satu tablet sebulan sekali saat tidak menstruasi. Tantangan utama program ini adalah monitoring di sekolah.
“Tablet dipegang sekolah, jadi kerjasama guru sangat penting. Kami meminta satu guru bertindak sebagai penanggung jawab agar pemberian rutin berjalan lancar,” ujar dr. Martinus.
Dampak anemia pada remaja, menurut dr. Martinus, terlihat dari kurang fokus, mudah lelah, dan prestasi akademik menurun.
“Kalau sejak dini diberikan edukasi dan suplemen yang tepat, risiko anemia berkurang, prestasi sekolah meningkat, dan kesehatan jangka panjang lebih terjaga,” tambahnya.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi puskesmas untuk membangun kesadaran remaja putri tentang pentingnya gizi dan kesehatan darah, yang dapat berdampak pada kualitas hidup mereka di masa depan. (*/ADV/jan)














