BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Puskesmas Klandasan Ilir menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini terhadap dua masalah gizi yang kini mengancam anak-anak Indonesia, kekurangan gizi dan obesitas.
Kedua kondisi tersebut memiliki dampak serius bagi tumbuh kembang dan kesehatan jangka panjang.
dr. Chelsea Quatro, dokter internship Puskesmas Klandasan Ilir
, menjelaskan bahwa kekurangan gizi, terutama stunting, bukan sekadar persoalan tinggi badan yang terhambat.
“Stunting memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf. Anak bisa sulit fokus, prestasinya menurun, dan efeknya bisa bertahan sampai dewasa,” katanya diwawancarai, Senin 24 November 2025.
Sementara itu, kelebihan gizi atau obesitas juga tidak bisa dipandang ringan. Pola makan tinggi kalori dan kebiasaan sedentari membuat anak berisiko mengembangkan penyakit tidak menular di usia muda.
“Dampaknya jangka panjang, jantung, tekanan darah tinggi, gangguan metabolik. Banyak anak obesitas yang sebenarnya sudah menunjukkan gejala awal,” tambahnya.
Melihat ancaman ini, Puskesmas Klandasan Ilir memperkuat peran promotif melalui edukasi gizi seimbang di sekolah dasar.
Program ini mencakup penjelasan tentang jenis nutrisi penting, bahaya makanan ultra-proses, hingga contoh porsi makan harian yang tepat.
Selain edukasi teori, intervensi langsung dilakukan dengan memeriksa bekal siswa.
Anak diajak menilai kandungan gizi makanan mereka sendiri. Metode ini terbukti membantu siswa memahami hubungan antara pilihan makanan dan kesehatan mereka.
Puskesmas juga menjalankan pemantauan status gizi setiap enam bulan, melalui pengukuran berat dan tinggi badan.
Data tersebut digunakan untuk mengevaluasi apakah edukasi yang diberikan berdampak nyata pada perubahan perilaku makan anak. Tidak hanya sekolah, orang tua juga menjadi sasaran program.
“Pada akhirnya yang menyiapkan makanan di rumah adalah keluarga. Jadi kami rencanakan edukasi untuk orang tua agar mereka bisa memberikan makanan bergizi, bahkan dengan bahan yang murah sekalipun,” jelas dr. Chelsea.
Meski pemerintah selama ini fokus pada penanganan gizi kurang, puskesmas berharap perhatian terhadap obesitas juga semakin ditingkatkan.
Edukasi yang konsisten dianggap sebagai langkah strategis mencegah kedua masalah gizi ini berkembang lebih jauh.
Melalui berbagai inisiatif ini, Puskesmas Klandasan Ilir menyerukan pentingnya kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga untuk melahirkan generasi yang sehat, aktif, dan bebas dari ancaman malnutrisi. (*/ADV/jan)














