BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Program edukasi kesehatan mata bagi anak-anak menjadi salah satu fokus Puskesmas Klandasan Ilir.
Dokter Internship Puskesmas Damai, dr. Irene Nerissa menekankan pentingnya kebiasaan menjaga mata sejak dini, terutama di era digital.
Menurut dr. Irene, penyuluhan rutin dilakukan di sekolah-sekolah untuk menanamkan kebiasaan sehat pada anak-anak.
“Kalau sudah terlanjur mengalami gangguan, tentu kami sarankan pemeriksaan lebih lanjut atau rujukan ke spesialis mata,” ujarnya diwawancarai Sabtu 22 November 2025.
Pemeriksaan mata di sekolah dilakukan secara terstruktur. Anak-anak yang menunjukkan risiko gangguan akan didata untuk tindak lanjut.
“Kalau anak terlihat matanya mulai kabur, kami akan beri tahu guru dan orang tua agar segera dibawa ke puskesmas,” kata dr. Irene.
Respons dari sekolah dan masyarakat cukup positif. Guru dan anak-anak kooperatif jika ada kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan.
Beberapa anak yang terlihat riskan akan mendapatkan perhatian khusus, termasuk arahan bagi orang tua untuk membawa anak ke pemeriksaan lebih lanjut.
Dr. Irene menambahkan, anak-anak sering tidak menyadari gejala gangguan mata.
“Mereka mungkin mengira mata kabur karena lelah atau kecapekan, sehingga pencegahan sering tertunda,” jelasnya.
Edukasi tidak hanya mencakup pemeriksaan fisik, tetapi juga penanaman kebiasaan sehari-hari. Anak-anak diajarkan cara menjaga mata agar tidak mudah lelah saat menggunakan gadget.
Program ini bertujuan untuk membentuk pola hidup sehat sejak dini, sehingga risiko gangguan mata akibat paparan layar digital dapat diminimalkan.
Dengan pendekatan rutin dan dukungan dari sekolah serta orang tua, Puskesmas Klandasan Ilir berharap anak-anak dapat mengenali pentingnya menjaga mata dan menerapkan kebiasaan yang baik, sekaligus mencegah perkembangan gangguan mata yang lebih serius di kemudian hari. (*/ADV/jan)














