BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Penggunaan gadget di era digital tidak dapat dihindari, namun orang tua memiliki peran penting dalam membatasi paparan anak terhadap layar agar kesehatan mata tetap terjaga.
Dokter Internship Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Irene Nerissa, memberikan sejumlah saran praktis bagi orang tua.
Menurut dr. Irene, media edukatif dan hiburan kini mudah diakses melalui gadget atau internet.
“Memang tidak bisa dihindari, tapi pemakaian di rumah sebaiknya dibatasi. Misalnya, batasi durasi penggunaan setiap hari atau tetapkan jadwal tertentu,” ujarnya, Sabtu 22 November 2025.
Ia menyarankan anak-anak hanya boleh menggunakan gadget untuk keperluan belajar 1–2 jam di hari sekolah, sementara akses hiburan bisa diberikan saat akhir pekan.
Beberapa sekolah juga sudah bekerja sama dengan orang tua, misalnya dengan mengumpulkan gadget anak pada jam tertentu di malam hari.
Pembatasan ini bertujuan memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi sosial dengan keluarga dan melakukan aktivitas non-digital.
Selain itu, langkah ini juga mencegah kelelahan mata akibat paparan layar berlebihan, yang dapat memicu miopia atau gangguan mata lainnya.
Dr. Irene menekankan, perhatian orang tua terhadap kebiasaan digital anak sangat menentukan kesehatan mata jangka panjang.
“Anak yang dibiasakan menggunakan gadget dengan bijak sejak kecil akan lebih terlindungi dari risiko gangguan mata,” katanya.
Puskesmas Klandasan Ilir mendukung orang tua melalui penyuluhan dan pemeriksaan rutin di sekolah.
Dengan kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga medis, anak-anak dapat menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan matanya. (*/ADV/jan)














