BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Puskesmas Klandasan Ilir mengungkap temuan penting terkait perilaku merokok siswa SMA, termasuk tingginya penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja perempuan.
Data ini diperoleh melalui survei awal dalam rangka intervensi Sahabat Tanpa Rokok yang dilakukan selama tiga minggu.
Dokter Internship Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Fahmi Rachmatullah, mengatakan bahwa sebagian besar siswa kelas 12 berusia 16–18 tahun masih mencoba atau aktif merokok.
“Dari hasil kuesioner, alasan terbesar mereka mulai merokok adalah pengaruh teman sebaya. Banyak juga yang merasa merokok terlihat keren atau hanya ingin mencoba hal baru,” ungkapnya diwawancarai, Sabtu 22 November 2025.
Yang mengejutkan, jumlah pengguna rokok elektrik tidak jauh berbeda dengan rokok batangan. Bahkan di kelompok perempuan, tingkat penggunaan vape juga cukup menonjol.
Faktor iklan dan tren media sosial juga disebut menjadi pemicu.
Menurut dr. Fahmi, fenomena ini harus menjadi perhatian serius.
Meski gejala penyakit akibat merokok belum terlihat pada usia remaja, paparan jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan paru, penurunan fungsi pernapasan, hingga risiko PPOK di usia dewasa.
“Bahaya perokok pasif juga tinggi, terutama jika anak tinggal dengan orang tua perokok,” jelasnya.
Intervensi ini menggunakan pendekatan peer support untuk mengurangi perilaku merokok. Dengan melibatkan teman sebaya, siswa diharapkan saling mendukung menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Lingkungan adalah faktor terbesar, karena itu penanganannya juga harus dari lingkungan,” ujarnya.
Temuan ini akan digunakan sebagai dasar untuk program intervensi lanjutan, termasuk melalui program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menargetkan semua sekolah di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir.
“Kami ingin memutus rantai awal perilaku merokok agar dampaknya tidak terbawa hingga dewasa,” kata dr. Fahmi.
Ia berharap orang tua dan sekolah turut berperan aktif, terutama dalam mengawasi penggunaan rokok elektrik yang sering dianggap lebih aman padahal tetap berbahaya. (*/ADV/jan)














