BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Perkembangan era digital membawa banyak kemudahan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru, salah satunya bagi kesehatan mata anak-anak.
Dokter Internship Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Irene Nerissa, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini melalui program edukasi dan penyuluhan.
Menurut dr. Irene, pengalaman pribadi menjadi awal inspirasi dalam menyoroti isu ini.
“Bahkan sebelum era digital pun anak-anak sudah terpapar aktivitas yang menggunakan mata secara intens, seperti membaca buku atau bermain Gameboy,” ujarnya diwawancarai, Sabtu 22 November 2025.
Ia menambahkan, saat itu sudah terlihat peningkatan penggunaan kacamata. Sekarang, paparan layar digital semakin masif. Anak-anak hampir pasti memiliki gadget, laptop, atau tablet di rumah.
Selain itu, media hiburan dan edukasi pun kini serba digital, mulai dari video hingga film pendek.
Kondisi ini diperparah selama pandemi COVID-19, ketika sekolah online dan interaksi daring menjadi aktivitas utama anak-anak.
Di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Irene mencatat peningkatan keluhan gangguan mata pada anak-anak.
“Banyak pasien yang datang mengeluhkan pandangan kabur. Bahkan ketika dilakukan pemeriksaan di sekolah, banyak yang tidak menyadari penglihatannya sudah menurun,” jelasnya.
Kelompok usia paling rentan adalah anak-anak. Dampak utama paparan layar yang berlebihan adalah miopia atau rabun jauh.
Selain itu, beberapa anak juga mengalami sindrom mata kering, yang ditandai dengan mata perih atau kering.
Dr. Irene menekankan, jika dibiarkan, gangguan mata dapat berkembang hingga dewasa, termasuk risiko glaukoma.
Puskesmas Klandasan Ilir kini rutin melakukan pemeriksaan mata di sekolah-sekolah, sebagai bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kesadaran kesehatan anak.
“Deteksi dini sangat penting. Anak-anak yang belum menyadari masalah matanya bisa segera mendapatkan penanganan sehingga tidak berkembang lebih parah,” tambahnya.
Dengan kesadaran orang tua, guru, dan anak-anak terhadap bahaya paparan layar berlebihan, dr. Irene optimis kesehatan mata generasi muda bisa lebih terjaga meski di tengah kemajuan digital. (*/ADV/jan)














