BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Puskesmas Klandasan Ilir menekankan pentingnya ASI eksklusif dan pemberian makanan bayi setelah enam bulan (MP-ASI) sebagai upaya utama pencegahan stunting pada anak.
Program ini menekankan peran konseling dan pendampingan bagi ibu sejak bayi lahir hingga usia dua tahun, yang dikenal sebagai masa emas pertumbuhan.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, menjelaskan bahwa Puskesmas memiliki tiga konselor ASI yang rutin memberikan pendampingan kepada ibu setelah melahirkan.
“ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat menentukan pola makan berikutnya dan merupakan langkah paling efektif dalam pencegahan stunting,” ujar dr. Rusna, Sabtu 15 November 2025.
Pendampingan dimulai sejak bayi baru lahir. Konselor ASI memberikan konseling rutin kepada ibu mengenai teknik menyusui, jumlah dan frekuensi pemberian ASI, serta pentingnya menjaga kebersihan dan nutrisi ibu agar kualitas ASI tetap optimal.
Selama enam bulan pertama, tim Puskesmas juga melakukan pemantauan rutin untuk memastikan bayi menerima ASI sesuai kebutuhan dan ibu memahami teknik menyusui dengan benar.
Setelah bayi memasuki usia enam bulan, fokus bergeser pada MP-ASI (Pemberian Makanan Bayi Setelah 6 Bulan).
Pada tahap ini, konselor dan tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai jenis makanan bergizi, tekstur, frekuensi makan, serta cara memperkenalkan makanan baru kepada bayi.
Dr. Rusna menekankan, “Setelah ASI, pola makan bayi harus diperkenalkan dengan baik. Edukasi dan pendampingan pada tahap MP-ASI sangat efektif menekan risiko stunting.”
Program ini bukan hanya tentang menyusui, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat bagi ibu dan anak, serta memantau pertumbuhan bayi secara berkala.
Dengan pendekatan bertahap dan berkesinambungan, Puskesmas Klandasan Ilir memastikan setiap ibu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan optimal anak.
“Pencegahan stunting bukan sekadar program kesehatan, tetapi investasi jangka panjang. Dengan ASI eksklusif dan MP-ASI yang tepat, anak-anak Balikpapan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa depan,” tuturnya.
Upaya ini menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting dimulai dari rumah, dengan dukungan konselor, edukasi, dan pemantauan rutin yang sistematis.
Puskesmas Klandasan Ilir berharap langkah-langkah sederhana namun terstruktur ini dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (*/ADV/jan)














