BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Wali Kota Balikpapan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, secara resmi membuka kegiatan Soccer Clinic di Stadion Batakan, Sabtu 8 November 2025.
Acara ini terselenggara berkat kolaborasi PT Bayan Resources, Tbk yang dipimpin Ir. Suhud Wahyudi, bersama Presiden Direktur Ventforet Kofu, Mr. Sakuma Satoru.
Dalam sambutannya, Ratih Kusuma menyampaikan bahwa kegiatan Soccer Clinic merupakan sarana edukasi penting bagi anak-anak usia dini untuk mengasah teknik bermain sepak bola sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas.
“Soccer Clinic ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar teknik dasar sepak bola dengan cara yang menyenangkan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai sportivitas sejak dini,” ujarnya.
Ratih menekankan bahwa pembinaan olahraga di Balikpapan tidak hanya sebatas sepak bola. Ia berharap kegiatan semacam ini mendorong perusahaan dan korporasi lain untuk turut berperan serta dalam pengembangan berbagai cabang olahraga (cabor) di kota ini.
“Kami sangat mengapresiasi PT Bayan Resources dan Ventforet Kofu yang telah peduli terhadap pembinaan sepak bola anak. Semoga ke depannya, perusahaan lain juga tergerak untuk mendukung olahraga lain yang berkembang di Balikpapan. Semakin banyak cabang olahraga yang mendapat perhatian, semakin besar pula potensi atlet muda kita,” tambahnya.
Soccer Clinic yang digelar mulai pukul 07.30 Wita ini diikuti oleh puluhan anak usia dini dari berbagai sekolah dan komunitas sepak bola lokal.
Selain memberikan latihan teknik, para peserta juga diajarkan pentingnya kerja sama tim, kedisiplinan, dan menjaga sportivitas saat bermain.
Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan karakter positif yang dapat diterapkan tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini menandai salah satu langkah nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pihak internasional dalam mengembangkan olahraga di Balikpapan.
Diharapkan kegiatan serupa dapat rutin digelar untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini sekaligus menjaring bakat-bakat potensial di berbagai cabang olahraga.
“Semangat kami adalah menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. Anak-anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi atlet profesional maupun generasi yang mencintai olahraga,” tutup Ratih Kusuma.
Dengan momentum Soccer Clinic ini, Balikpapan semakin menunjukkan komitmennya sebagai kota yang mendukung pengembangan olahraga berbasis pendidikan, karakter, dan prestasi. (*ADV/Disporapar Balikpapan/jan)



