BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan komitmennya memperjuangkan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dari keluarga petani dan nelayan yang kerap menghadapi kendala ekonomi.
Pernyataan ini disampaikan Gasali menanggapi aspirasi warga Balikpapan Timur yang mengusulkan agar pemerintah menyediakan program beasiswa khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama yang berprofesi sebagai petani dan nelayan.
Menurut Gasali, hingga saat ini pemerintah sebenarnya telah memiliki sejumlah program bantuan pendidikan, baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) maupun Pemerintah Kota Balikpapan (Pemkot).
Namun, ia menilai perlu adanya kebijakan afirmatif agar kelompok masyarakat kecil tidak tertinggal dalam mengakses pendidikan.
“Dari Pemprov Kaltim sudah ada program beasiswa, bahkan beberapa universitas sudah bekerja sama langsung. Tapi memang anggarannya masih terbatas, sehingga prioritasnya untuk mahasiswa baru. Bagi yang semester dua ke atas, diharapkan bisa diakomodasi tahun depan,” ujar Gasali, Selasa 21 Oktober 2025.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga telah menjalankan program beasiswa daerah yang dapat diakses secara daring oleh masyarakat.
Gasali mengimbau warga untuk aktif mencari informasi melalui kanal resmi pemerintah agar tidak ketinggalan kesempatan.
“Dari komunikasi saya dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), beasiswa kota juga sudah berjalan. Tinggal masyarakat memanfaatkan link pengajuan yang disediakan,” katanya.
Namun, Gasali menekankan perlunya perhatian khusus bagi keluarga petani dan nelayan yang kondisi ekonominya masih terbatas. Menurutnya, kelompok ini seringkali menjadi tulang punggung ketahanan pangan, tetapi akses pendidikan bagi anak-anak mereka masih minim.
“Saya sangat mendukung ide beasiswa khusus bagi anak petani dan nelayan. Nanti akan kami kaji kemungkinan membuat dasar hukumnya agar ada regulasi yang memberi prioritas. Ini bukan bentuk pembedaan, melainkan langkah menuju keadilan sosial,” tegasnya.
Gasali memastikan aspirasi ini tidak akan berhenti di forum dialog semata. Ia berkomitmen membawa usulan tersebut ke pembahasan tingkat DPRD untuk dikaji bersama pemerintah kota.
“Ini masukan yang luar biasa. Saya akan perjuangkan agar ke depan ada ruang khusus bagi anak-anak dari keluarga petani dan nelayan untuk menempuh pendidikan tanpa harus khawatir biaya,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














