BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Balikpapan terus berkomitmen untuk menjadi kota yang ramah anak dengan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan kota ramah anak tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.
“Pemerintah akan memastikan bahwa Balikpapan menjadi kota yang aman, nyaman, dan ramah terhadap proses tumbuh kembang anak. Namun, hal ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak,” ujar Rahmad Mas’ud, Senin 10 Maret 2025.
Sebagai bagian dari upaya menciptakan kota ramah anak, Pemerintah Kota Balikpapan telah mengimplementasikan berbagai kebijakan yang berfokus pada perlindungan hak anak.
Beberapa program yang telah berjalan antara lain penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, pengembangan ruang terbuka hijau sebagai tempat bermain yang aman, serta penguatan layanan perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi.
Selain itu, sekolah-sekolah di Balikpapan didorong untuk menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak, yang mengedepankan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan dan kekerasan.
Pemerintah juga mengaktifkan kembali peran Posyandu untuk memastikan pemantauan kesehatan dan gizi anak-anak sejak usia dini.
Rahmad Mas’ud menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung perkembangan anak.
Orang tua diimbau untuk memberikan pola pengasuhan yang baik dan tanpa kekerasan.
Selain itu, pihak swasta juga didorong untuk berkontribusi melalui program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada kesejahteraan anak.
“Diperlukan kolaborasi dari semua unsur, termasuk pihak swasta, perguruan tinggi, media, dan masyarakat luas. Karena, kalau bukan kita, siapa lagi?” tambahnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, Pemkot Balikpapan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi ancaman bagi anak-anak, seperti kekerasan daring dan eksploitasi anak di media sosial.
Melalui koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah berencana memperkuat layanan pengaduan bagi anak yang mengalami kekerasan serta meningkatkan sosialisasi terkait hak-hak anak di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat.
Dengan komitmen yang kuat dan sinergi berbagai pihak, Rahmad Mas’ud optimistis Balikpapan dapat menjadi kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga menjadi tempat yang ideal bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan bahagia serta penuh perlindungan. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)














