BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa pengentasan banjir dan pelayanan air bersih akan menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya bersama Wali Kota Rahmad Mas’ud.
“Janji politik kami harus direalisasikan. Program yang sudah berjalan dengan baik akan kami tingkatkan, sementara yang masih perlu perbaikan akan kami optimalkan,” ujar Bagus, Jumat 7 Maret 2025.
Pada minggu pertamanya menjabat, Bagus langsung melakukan orientasi ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memahami lebih dalam program-program yang telah berjalan dan masih membutuhkan perhatian.
“Saya ingin memahami langsung apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang masih harus kita kejar. Pemerintah kota ini bukan hanya tugas wali kota dan wakil wali kota, tapi juga butuh dukungan dari masyarakat,” lanjutnya.
Bagus menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan di Balikpapan, antara lain penanggulangan banjir, agar tidak lagi menjadi ancaman bagi warga. Pelayanan air bersih, dengan target menjangkau seluruh masyarakat.
Kemudian pengelolaan pendatang baru, untuk menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi. Penataan kemacetan, demi kelancaran mobilitas warga. Serta perindahan kota, agar Balikpapan tetap nyaman dan asri.
“PR terbesar kita adalah mengatasi banjir dan memastikan layanan air bersih dapat menjangkau semua masyarakat. Selain itu, kita juga harus menata pendatang baru, mengatur kemacetan, dan memperindah kota agar tetap nyaman untuk ditinggali,” jelasnya.
Bagus juga menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota. Ia mengajak warga untuk memberikan kritik yang konstruktif sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan.
“Kita butuh kebersamaan dan solusi dalam setiap permasalahan. Kritik itu perlu, tapi yang membangun. Kita harus bersatu agar Balikpapan semakin maju, sejalan dengan visi pembangunan nasional,” tambahnya.
Mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Bagus menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan harus melakukan efisiensi anggaran dengan mengurangi pengeluaran yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti SPPD, seminar, dan belanja ATK.
“Penggunaan anggaran harus benar-benar diprioritaskan untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.
Salah satu program yang akan dipercepat adalah Makanan Bergizi Gratis (MPG), kebijakan dari pemerintah pusat yang akan melibatkan pihak swasta dan didanai oleh anggaran pusat, bukan dari APBD Balikpapan.
“MPG ini akan kita percepat lagi. Memang karena ini program baru, ada proses adaptasi. Tapi yang jelas, kita diwajibkan untuk menjalankannya,” ujarnya.
Bagus memastikan bahwa Pemkot Balikpapan akan terus mengawal berbagai program prioritas agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Balikpapan diharapkan mampu menghadapi tantangan kota yang semakin berkembang, sekaligus memastikan kesejahteraan warga tetap terjaga. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)














