BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Dengan terbentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang baru, DPRD Balikpapan kini semakin siap menghadapi berbagai tantangan yang tertunda.
Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Danang Eko Susanto, menegaskan komitmennya untuk segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah, termasuk permasalahan lahan yang menjadi sorotan masyarakat.
Adanya keterlambatan hingga dua bulan sejak periode baru dimulai menambah urgensi bagi Komisi I untuk berbenah, membangun komunikasi efektif dengan mitra, dan menyusun strategi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Danang Eko Susanto, yang baru saja bergabung di Komisi I, menggarisbawahi pentingnya membangun hubungan yang solid dengan seluruh mitra kerja.
Langkah awal yang ia prioritaskan adalah mempererat silaturahmi dan melakukan pengenalan dengan mitra kerja yang akan mendukung tugas-tugas Komisi I ke depan.
Menurutnya, komunikasi yang baik akan memudahkan koordinasi dan mempercepat proses kerja dalam menghadapi isu-isu yang mendesak.
“Kami akan mengundang semua mitra kerja untuk pertemuan awal. Ini adalah langkah penting agar terjalin komunikasi yang harmonis dan produktif. Bahasanya, kita ingin silaturahmi dan pengenalan terlebih dahulu, sehingga kami memahami peran dan kontribusi mitra masing-masing,” ungkap Danang, Kamis 31 Oktober 2024.
Permasalahan lahan di Balikpapan menjadi salah satu isu utama yang dihadapi Komisi I. Sengketa tanah dan persoalan kepemilikan kerap menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Sebagai komisi yang menangani urusan tersebut, Danang menyadari bahwa ini bukan hanya masalah administratif, tetapi juga masalah sosial yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Danang menekankan bahwa penyelesaian isu ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan harus melalui pembahasan internal yang matang.
Komisi I berencana untuk mendiskusikan strategi terbaik dalam menangani persoalan tanah tersebut bersama seluruh anggotanya, sebelum mengambil langkah nyata yang dapat memberikan hasil jangka panjang.
“Saya baru saja bergabung di Komisi I, dan tentunya banyak hal yang perlu kami pelajari dan dalami terlebih dahulu. Kami akan mengadakan diskusi internal untuk membahas berbagai pekerjaan rumah yang tertunda dari periode sebelumnya, termasuk masalah lahan. Kami ingin memastikan setiap langkah yang diambil dapat memberikan solusi yang tepat dan efektif,” ucap Danang.
Tidak hanya berhenti pada penyelesaian konflik lahan, Komisi I juga menaruh perhatian pada isu-isu lain yang dianggap penting bagi masyarakat Balikpapan.
Komisi ini akan berupaya menjalankan fungsinya dengan lebih efektif melalui pendekatan kolaboratif dan sinergi bersama mitra kerja, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait.
Menurut Danang, sinergi ini menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas kinerja Komisi I, terutama dalam menangani persoalan yang memerlukan perhatian khusus dan tindakan cepat.
Menurutnya, DPRD Balikpapan, khususnya Komisi I, berkomitmen untuk menjadi lembaga yang responsif terhadap keluhan dan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Komisi I akan terus memantau perkembangan isu-isu penting, seperti konflik lahan, dan siap bekerja keras agar segala permasalahan tersebut dapat dituntaskan sesuai harapan masyarakat. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














