BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Di tengah tantangan yang dihadapi oleh pemuda Balikpapan, salah satu isu utama yang mencuat adalah kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.
Banyak pemuda yang merasa terjebak dalam situasi sulit karena kurangnya daya saing di pasar kerja.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Arisanda, yang mengungkapkan bahwa banyak pemuda merasa tidak siap menghadapi tuntutan pekerjaan saat ini.
Arisanda mencatat bahwa banyak pemuda Balikpapan tidak memiliki keterampilan praktis yang diperlukan oleh industri, sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Dia menekankan pentingnya memberikan pelatihan yang relevan dan terarah agar pemuda dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Menurutnya, salah satu solusi yang paling efektif adalah dengan menyediakan wadah pelatihan khusus seperti Balai Latihan Kerja (BLK).
“Saya sangat mendukung adanya BLK di Balikpapan, karena pelatihan keterampilan itu sangat penting. Banyak anak muda yang sulit mencari pekerjaan, padahal peluangnya ada, tinggal bagaimana mereka mempersiapkan diri,” jelas Arisanda, Selasa 29 Oktober 2024.
Dia percaya bahwa dengan adanya BLK lokal, pemuda di Balikpapan bisa mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik kota, termasuk keterampilan yang dibutuhkan dalam industri lokal.
Saat ini, BLK yang ada di wilayah Balikpapan berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Kaltim. Hal ini membuat Arisanda berpendapat bahwa Balikpapan memerlukan BLK yang dikelola secara lokal agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelatihan yang spesifik di daerah tersebut.
Keterampilan seperti menjahit, memasak, permesinan, dan berbagai bidang lainnya yang diminati oleh industri setempat dapat diajarkan di BLK lokal ini.
Arisanda berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan BLK lokal sebagai langkah konkret dalam pemberdayaan pemuda di Balikpapan.
“Saya akan terus mendorong pemerintah kota agar bisa menghadirkan BLK di Balikpapan. Keterampilan adalah bekal utama untuk bersaing di dunia kerja. Dengan keterampilan yang memadai, pemuda kita akan lebih siap menghadapi tantangan global,” tuturnya.
Lebih jauh, kehadiran BLK ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor ekonomi di Balikpapan.
Lulusan dari BLK akan memiliki bekal yang cukup untuk membuka usaha sendiri atau berkontribusi dalam berbagai sektor industri yang berkembang di daerah tersebut.
Dengan upaya ini, diharapkan pemuda Balikpapan tidak hanya memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka sendiri, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kota ini. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














