PENAJAM, Seputarkata.com – Dengan semakin dekatnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menegaskan bahwa keberhasilan masa lalu dalam menjaga partisipasi masyarakat menjadi motivasi utama untuk mempertahankan tradisi demokrasi yang kuat di daerah ini.
Pada Pemilu Februari 2024, PPU mencatat prestasi luar biasa dengan partisipasi pemilih mencapai 86 persen. Angka ini tidak hanya menggambarkan antusiasme warga PPU dalam menentukan arah masa depan daerahnya, tetapi juga menjadi tolok ukur bagi Pilkada mendatang.
Tohar berharap tingkat partisipasi tersebut dapat kembali mendekati 80 persen atau bahkan lebih, mencerminkan kesadaran warga akan pentingnya hak pilih dalam menentukan kepemimpinan.
Menurut Tohar, PPU memiliki sejarah yang baik dalam partisipasi pemilu, menjadikannya contoh bagi daerah-daerah lain.
“Kita punya story yang bagus, dan ini harus kita pertahankan,” ucapnya, Selasa 1 Oktober 2024.
Tradisi ini merupakan cerminan dari kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat yang secara konsisten menjaga nilai-nilai demokrasi.
Tohar menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak dapat dicapai sendiri. Partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga media, sangat penting dalam mengedukasi dan mengajak warga untuk datang ke TPS pada hari pemilihan.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Meskipun target 80 persen terlihat ambisius, Tohar tetap yakin bahwa dengan persiapan matang dan kerjasama yang solid, PPU dapat kembali menunjukkan keunggulannya dalam berdemokrasi.
Masyarakat PPU telah membuktikan bahwa mereka memiliki kesadaran tinggi dalam menggunakan hak pilih sebagai sarana untuk menentukan pemimpin yang akan membawa kemajuan bagi daerah.
Seiring mendekatnya tanggal 27 November 2024, fokus PPU kini adalah memastikan bahwa setiap warga yang berhak memilih mendapatkan informasi yang cukup dan merasa termotivasi untuk berpartisipasi.
Upaya sosialisasi yang intensif diharapkan akan menjadi kunci untuk kembali mendorong partisipasi warga dalam Pilkada, sehingga PPU dapat melanjutkan cerita suksesnya dalam menjaga tradisi demokrasi yang kuat. (*/ADV/DiskominfoPPU/jan)














