SEPUTARKATA.COM.COM, BALIKPAPAN – Aktivitas belajar mengajar siswa sekolah dasar (SD) di Kota Balikpapan mulai kembali normal setelah beberapa waktu berlangsung secara jarak jauh akibat kabut asap dan kualitas udara yang tidak sehat. Mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah turut menjadi harapan membaiknya kondisi lingkungan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada. Sebab, perubahan cuaca dan kualitas udara masih berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama anak-anak yang termasuk kelompok rentan.
Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengatakan kabut asap yang menyelimuti Balikpapan dalam beberapa pekan terakhir sempat menjadi perhatian pemerintah. Kondisi udara yang tidak sehat dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan apabila masyarakat terus beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.
Menurutnya, kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sebelumnya diterapkan merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi paparan udara tidak sehat terhadap anak-anak.
“Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk menghindari gangguan kesehatan pada anak-anak akibat kabut asap, khususnya ketika mereka beraktivitas di luar rumah,” ujarnya saat ditemui, Kamis (5/11/2026).
Selain mendukung kebijakan pembelajaran jarak jauh, upaya pencegahan juga dilakukan di tingkat kelurahan. Junaidi menyebut pembagian masker kepada masyarakat telah dilaksanakan bersama TP PKK Kecamatan dan TP PKK Kelurahan di depan Kantor Kecamatan Balikpapan Barat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker dan membatasi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi dan anak-anak. Paparan udara yang tidak sehat perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan mereka.
Kewaspadaan terhadap kabut asap sebelumnya tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan pemerintahan.
Melalui surat edaran Wali Kota Balikpapan, kegiatan apel yang biasanya dilaksanakan di halaman kantor diarahkan untuk dilakukan di dalam ruangan. Begitu pula kegiatan kedinasan lainnya yang memungkinkan dipindahkan ke aula.
Kini, dengan mulai turunnya hujan dan kembalinya pembelajaran tatap muka, masyarakat berharap kondisi udara Balikpapan semakin membaik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan, khususnya bagi anak-anak.(*/ron)













