BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Sebanyak 320 peserta Pelatihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama Tahun Anggaran 2026 mengikuti prosesi Api Semangat Bela Negara di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Rabu (4/11/2026).
Penyalaan api unggun menjadi penanda berakhirnya pelatihan sekaligus pengingat pentingnya menjaga nasionalisme dan persatuan bangsa.
Prosesi dipimpin Brigjen TNI Luhut Marpaung, dalam suasana khidmat. Kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah rangkaian simbolis yang menegaskan komitmen peserta terhadap bangsa dan negara.
Dalam amanatnya, Luhut menitipkan lima pesan kepada seluruh kader. Salah satunya agar peserta senantiasa menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Utamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Jangan mudah terpengaruh provokasi yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para kader agar menjadikan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan dalam menjalankan tugas. Selain itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan hasil terbaik, serta tidak melakukan pelanggaran hukum.
Menurut Luhut, solidaritas dan kekompakan juga menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sesuai bidang profesi masing-masing.
“Jaga solidaritas dan kekompakan. Laksanakan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan berikan hasil terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan penyalaan api unggun yang diiringi pembacaan puisi Bela Negara berjudul Langkah Persaudaraan. Momen tersebut menggambarkan semangat persaudaraan dan nasionalisme yang diharapkan terus tumbuh di kalangan peserta.
Penghormatan terhadap Bendera Merah Putih menjadi bagian lain dari prosesi. Seluruh peserta secara bergantian mencium bendera sebagai simbol penghormatan, kesetiaan, dan komitmen terhadap NKRI.
Luhut turut mengajak para kader untuk terus menyuarakan kebenaran dan kebaikan di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya menggunakan hati nurani, tidak mudah menyalahkan pihak lain, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.
“Jadilah kader yang mampu menyuarakan kebenaran dan kebaikan. Kedepankan hati nurani, hindari sikap saling menyalahkan, dan implementasikan ilmu yang telah diperoleh agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Penutupan pelatihan diakhiri dengan penyampaian apresiasi dari Kementerian Pertahanan dan seluruh unsur yang terlibat kepada peserta atas partisipasi serta dedikasi selama mengikuti kegiatan.
Melalui pelatihan tersebut, 320 kader diharapkan mampu membawa nilai-nilai bela negara ke lingkungan masyarakat maupun tempat kerja masing-masing.
Api unggun boleh padam, tetapi semangat bela negara diharapkan terus menyala. Bagi para kader, komitmen menjaga persatuan dan keutuhan NKRI selanjutnya diuji melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (*/jan)













