BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Balikpapan masih terjaga di tengah sejumlah tekanan ekonomi sepanjang triwulan III 2026.
Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Balikpapan menunjukkan rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan III 2026 berada di level 122,6.
Meski turun tipis dibandingkan triwulan II yang mencapai 123,7, angka tersebut masih menunjukkan konsumen berada dalam zona optimistis.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa keyakinan masyarakat tetap ditopang oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan yang semakin kuat terhadap perekonomian ke depan.
“Optimisme konsumen di Balikpapan tetap terjaga. Meskipun terdapat sejumlah tekanan terhadap pendapatan dan aktivitas ekonomi, ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan justru menunjukkan penguatan,” kata Robi Ariadi, merujuk hasil Survei Konsumen triwulan III 2026, Rabu 30 September 2026.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, seluruh kategori konsumen masih mencatat IKK di atas level optimistis. Kelompok dengan pengeluaran Rp7 juta-Rp8 juta per bulan memiliki indeks tertinggi, yakni 136,9.
Selanjutnya, kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta mencatat indeks 130,6 dan kelompok Rp6 juta-Rp7 juta sebesar 127,9.
Dari sisi usia, optimisme juga terlihat pada seluruh kelompok. Konsumen berusia 20-30 tahun mencatat IKK tertinggi sebesar 129,24, disusul kelompok usia 30-40 tahun dengan indeks 124,04.
Persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini tercermin dari Indeks Keyakinan Ekonomi (IKE) yang pada triwulan III 2026 rata-rata mencapai 112,3.
Angka itu memang menurun dari 115,2 pada triwulan sebelumnya, tetapi masih berada pada level optimistis.
Tiga komponen pembentuknya juga masih berada di atas level 100. Indeks penghasilan saat ini tercatat 125,3, ketersediaan lapangan kerja 107,7, dan pembelian barang tahan lama 104.
BI mencatat, tekanan terhadap penghasilan masyarakat antara lain dipengaruhi berkurangnya jam kerja atau lembur, tertahannya omzet pada sejumlah sektor usaha, serta dampak efisiensi.
“Persepsi terhadap penghasilan saat ini memang mengalami tekanan. Namun, di sisi lain, optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama masih menunjukkan penguatan,” ujar Robi.
Pertumbuhan gerai ritel modern, franchise, coffee shop, hingga restoran di berbagai kawasan Balikpapan turut menjadi salah satu faktor yang mendukung persepsi positif masyarakat terhadap lapangan kerja.
Sementara itu, konsumsi barang tahan lama masih terlihat melalui pembelian emas dan perhiasan, kendaraan bermotor, perangkat elektronik serta perabot rumah tangga.
Optimisme paling kuat terlihat dari pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang.
Rata-rata Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada triwulan III 2026 mencapai 132,9, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka 132,1.
Kenaikan tersebut ditopang oleh tiga indikator, yakni indeks ekspektasi kegiatan usaha sebesar 121,3, ekspektasi penghasilan 140,7, serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 136,7.
Robi mengatakan, pembangunan berbagai proyek komersial dan perumahan ikut membentuk persepsi positif masyarakat terhadap prospek ekonomi Balikpapan.
“Optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan juga didukung aktivitas pembangunan dan bertambahnya kegiatan usaha, mulai dari ruko, hotel, pusat perbelanjaan, perumahan hingga industri hilirisasi,” katanya.
Dengan demikian, meski terdapat sejumlah tekanan pada kondisi ekonomi saat ini, hasil survei BI menunjukkan masyarakat Balikpapan masih memiliki keyakinan positif, terutama terhadap peluang ekonomi dalam enam bulan mendatang. (*/jan)













