BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengandalkan pengerjaan fisik. Pemerintah membutuhkan dukungan pengetahuan, inovasi, serta keterlibatan masyarakat agar pembangunan menjawab persoalan yang dihadapi di lapangan.
Hal itu menjadi salah satu fokus kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026).
Dalam kunjungannya, AHY dijadwalkan mendatangi dua lokasi dengan karakter berbeda, yakni Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Sumur Air Baku Gunung Tembak.
Rangkaian agenda dimulai dari ITK. Di kampus tersebut, AHY akan menyampaikan orasi ilmiah dalam sidang terbuka senat. Ia juga menghadiri peresmian Forum Konsorsium Institut Teknologi Negeri di Indonesia (ITX) serta menyerahkan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan, terutama melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan gagasan dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan,” kata Herzaky.
Menurut dia, pembangunan perlu disusun dengan memperhitungkan karakteristik setiap daerah. Karena itu, pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik dinilai dapat menjadi salah satu pijakan dalam merumuskan kebijakan.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Dari lingkungan akademik, agenda AHY berlanjut ke persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, yakni penyediaan air.
AHY dijadwalkan mengunjungi Sumur Air Baku Gunung Tembak untuk menerima paparan mengenai infrastruktur air baku dan melihat langsung kondisi fasilitas tersebut. Ia juga akan berdialog dengan masyarakat yang memperoleh manfaat dari keberadaan infrastruktur itu.
Herzaky mengatakan peninjauan lapangan diperlukan agar pemerintah tidak hanya memperoleh gambaran pembangunan dari laporan, tetapi juga melihat kondisi infrastruktur sekaligus mendengar pengalaman masyarakat.
“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penting bagi pemerintah melihat langsung kondisi pelayanan dan mendengar pengalaman warga,” tuturnya.
Menurut Herzaky, kunjungan ke Balikpapan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki dimensi yang lebih luas daripada pembangunan fisik. Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian dari satu ekosistem pembangunan.
“Kami ingin pembangunan berjalan dengan kolaborasi dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal serta sejumlah staf khusus, yakni Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Ahmad Khoirul Umam, dan Arief Rahman. (*/jan)














