BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Kebakaran lahan terus membayangi Kota Balikpapan hingga pengujung September 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengonfirmasi, akumulasi insiden kebakaran lahan sejak Agustus telah melampaui angka 50 kejadian.
Penyebaran titik api dilaporkan mendominasi wilayah Balikpapan Barat, Timur, dan Selatan. Pola kemunculan api kerap bermula dari area tepi jalan umum sebelum akhirnya merambat luas ke area semak dan tengah hutan.
“Awal kerap kali terindikasi dari hal sepele seperti lemparan puntung rokok di pinggir jalan, yang kemudian menjalar ke area dalam,” ungkap Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, Senin (28/9/2026).
Eskalasi kejadian dilaporkan sangat tinggi di kawasan Balikpapan Timur. Dalam kurun 24 jam, personel damkar bahkan bisa menerima hingga enam panggilan darurat di lokasi yang berbeda-beda.
Selain frekuensi kejadian yang tinggi, kendala di lapangan adalah aksesibilitas medan. Banyak titik api berada di area terpencil yang tidak dapat dilalui unit armada tanki pemadam.
Luas area yang terbakar pada tiap titik bervariasi, berkisar antara dua hingga empat hektare. Teknik pemadaman manual kerap tak maksimal lantaran hembusan angin kencang berisiko memicu kembali kobaran api yang sempat padam.
“Kendala utama kami adalah pembukaan jalur menuju titik tengah hutan. Meskipun laporan masyarakat kami respons secepat mungkin, pencarian akses darat sering kali memakan waktu,” jelas Usman.
Mengatasi keterbatasan jangkauan dan armada, BPBD Balikpapan berkolaborasi interinstansi bersama aparat kepolisian serta jajaran perusahaan swasta di sekitar lokasi terdampak.
Mencegah lonjakan kasus baru, BPBD mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar menghentikan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari aktivitas pembakaran lahan tanpa pengawasan ketat. (*/jan)














