BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Balikpapan menjadi titik awal perjuangan tim nasional bola tangan putri senior Indonesia untuk mengejar prestasi di panggung internasional.
Sebanyak 16 atlet disiapkan menghadapi IHF Nation Trophy 2026 di Chonburi, Thailand, pada 27–31 Oktober. Tujuh di antaranya berasal dari Kalimantan Timur, termasuk enam atlet asal Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melepas tim nasional tersebut di Balai Kota Balikpapan, Senin (19/10/2026). Rombongan dijadwalkan berangkat menuju Thailand pada 26 Oktober.
Kejuaraan ini menjadi ujian bagi tim Merah Putih setelah menjalani pemusatan latihan selama satu bulan di Balikpapan. Dengan waktu persiapan yang relatif terbatas, tim pelatih memusatkan perhatian pada kesiapan pemain, kekompakan, dan penerapan strategi pertandingan.
Pelatih timnas bola tangan putri senior, Dwichandra Hariwibowo mengatakan, persiapan selama sebulan menjadi modal untuk menghadapi persaingan di Thailand.
Ia berharap para pemain mampu menerjemahkan hasil latihan menjadi prestasi di lapangan.
“Persiapan kita sudah berjalan selama satu bulan penuh melalui Training Center (TC) di Balikpapan. Target kita di kejuaraan kali ini adalah bisa masuk dan bertengger di zona medali,” kata Dwichandra.
Namun, target tersebut tidak akan mudah diwujudkan. Indonesia diperkirakan menghadapi persaingan ketat, terutama dari Thailand yang bertindak sebagai tuan rumah dan Singapura.
Dwichandra menyadari kekuatan kedua negara tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi anak asuhnya. Meski begitu, ia tetap optimistis tim mampu memberikan perlawanan dengan mengandalkan persiapan dan kebersamaan antarpemain.
“Thailand selaku tuan rumah serta Singapura akan menjadi lawan paling kuat yang harus kita waspadai. Namun, dengan masa persiapan yang ada serta kekompakan para pemain, kami optimistis mampu memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran tujuh atlet Kalimantan Timur dalam skuad nasional memperlihatkan kontribusi daerah dalam membangun kekuatan tim. Enam pemain berasal dari Balikpapan, yakni Adelyna Kayla Saskia Putri, Putri Adelya Rahmat, Putri Amelya Rahmat, Angky Nathasya Mahadewi, Berlian Nindita Ayu Utami, dan Rahma Ajeng Pembayun.
Satu atlet Kaltim lainnya adalah Siti Ermiati. Mereka akan bergabung dengan sembilan pemain dari Bali, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat untuk memperkuat Indonesia di kejuaraan tersebut.
Bali menyumbangkan empat atlet, yaitu Ni Nyoman Sri Devi Mahasari, Ni Made Lita Prastya Swandini, Gusti Ayu Sintya Dewi, dan Ni Luh Indah Ayu Sumarni.
Empat pemain dari Jawa Timur terdiri atas Debora Omegadiva Setyanugraheni, Mhasy Floyd Siti Khadijah, Nurjihaan Ramadhani, serta An’nisa Azalia Putri Sinar Alam. Sementara itu, Kalimantan Barat diwakili Dhea Nur Elisa.
Tim pelatih terdiri atas Dwichandra Hariwibowo dari Balikpapan dan Muhammad Faizal dari Jawa Timur.
Bagi para atlet, kejuaraan di Thailand bukan sekadar kesempatan menguji kemampuan menghadapi lawan dari negara lain. Turnamen tersebut juga menjadi panggung untuk menunjukkan hasil pembinaan serta bersaing memperebutkan prestasi bagi Indonesia.
Dengan target menembus zona medali, timnas dituntut menjaga konsistensi permainan sejak pertandingan awal. Kesiapan fisik, disiplin menjalankan taktik, dan kemampuan mengatasi tekanan akan menjadi faktor penting dalam menghadapi lawan-lawan yang telah diantisipasi tim pelatih.
Pemusatan latihan di Balikpapan kini menjadi bekal terakhir sebelum skuad bertolak ke Thailand. Tantangan berikutnya adalah membuktikan kesiapan tersebut di arena pertandingan. (*/jan)













