BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Api membakar tempat produksi kerupuk di Jalan Prapatan Dalam, Gang Flamboyan 3, RT 04, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (6/10/2026) sore. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Bangunan milik Malik (42) itu digunakan untuk menggoreng sekaligus menyimpan bahan produksi kerupuk. Saat kebakaran terjadi, aktivitas produksi telah hampir selesai.
Malik mengatakan, dirinya sedang mengantarkan kerupuk ketika mendapat kabar bahwa tempat usahanya terbakar. Menurut dia, seorang pekerja sebelumnya masih melakukan penggorengan sebelum meninggalkan lokasi.
”Tadi saya sedang kirim kerupuk. Di tempat gorengan masih ada yang bekerja,” kata Malik.
Ia mengatakan, proses penggorengan saat itu tinggal menyelesaikan sebagian kecil produksi. Pekerja yang bertugas disebut telah mematikan kompor setelah pekerjaannya selesai.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 15.50 Wita. Api kemudian berhasil dikendalikan sekitar 20 menit kemudian, yakni sekitar pukul 16.10 Wita. Petugas selanjutnya melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala.
Malik menduga kompor gas yang digunakan untuk menggoreng kerupuk menjadi salah satu kemungkinan sumber api. Namun, ia belum dapat memastikan dugaan tersebut.
”Kemungkinan dari kompor gas. Katanya sudah dimatikan, tetapi kami tidak tahu apakah masih ada api atau tidak,” ujarnya.
Untuk mengetahui bagaimana kebakaran bermula, Malik berencana memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Ia juga belum menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan api muncul.
Bangunan yang terbakar tidak digunakan sebagai tempat tinggal. Malik dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan yang berbeda. Adapun bangunan tersebut khusus dimanfaatkan untuk kegiatan produksi dan penyimpanan kerupuk.
Sejumlah bahan produksi berada di dalam bangunan ketika kebakaran terjadi. Di antaranya minyak goreng, kerupuk mentah atau krecek, tabung LPG, serta kerupuk yang belum selesai dikirim.
Kebakaran menyebabkan sebagian bahan dan perlengkapan usaha rusak. Malik memperkirakan nilai kerugian sekitar Rp30 juta.
”Kurang lebih Rp30 juta,” ucapnya.
Hingga Selasa sore, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Dugaan mengenai kompor gas masih sebatas keterangan awal pemilik usaha dan belum menjadi kesimpulan mengenai sumber api. (*/jan)













