BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Sistem kelistrikan Kalimantan mendapat tambahan dukungan setelah Unit 2 PLTU Kaltim Teluk kembali beroperasi.
Pada saat yang sama, PLN masih mengejar penyelesaian pemeliharaan besar Unit 1 pembangkit tersebut yang ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.
Kembalinya Unit 2 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pasokan listrik dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan. Sementara Unit 1 belum dapat kembali menyuplai daya karena masih menjalani major maintenance.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Meiryandi, mengatakan pengoperasian kembali Unit 2 menjadi perkembangan positif bagi sistem kelistrikan Kalimantan.
“Kembalinya Unit 2 untuk mendukung sistem merupakan perkembangan positif dalam upaya PLN memperkuat pasokan listrik Kalimantan. Di saat yang sama, pemeliharaan Unit 1 juga terus kami dorong agar dapat kembali siap mendukung sistem dengan kondisi yang optimal,” ujar Meiryandi, Senin (5/10/2026).
Berbeda dengan Unit 2 yang telah kembali beroperasi, Unit 1 saat ini menjalani pemeriksaan dan pekerjaan teknis secara menyeluruh. Pemeliharaan berskala besar tersebut mencakup pemeriksaan sejumlah komponen pembangkit hingga pengujian sebelum unit dinyatakan siap kembali masuk sistem.
PLN Nusantara Power sebagai operator PLTU Kaltim Teluk mengerahkan personel, tenaga ahli, peralatan, dan sumber daya pendukung untuk mempercepat pekerjaan.
Meski dikebut, percepatan pemeliharaan tetap harus mengikuti prosedur teknis dan standar keselamatan. PLN menilai kesiapan unit menjadi pertimbangan utama sebelum pembangkit kembali dioperasikan.
“Percepatan terus kami lakukan dengan tetap memastikan setiap tahapan teknis dijalankan secara tepat. Tujuannya adalah memastikan unit benar-benar siap dan dapat memberikan kontribusi optimal ketika kembali beroperasi,” kata Meiryandi.
PLN menargetkan pemeliharaan Unit 1 rampung pada akhir Oktober. Namun, target tersebut tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi aktual komponen yang ditemukan selama pekerjaan berlangsung.
Tidak Bergantung pada Satu Pembangkit
Kembalinya Unit 2 dan proses pemulihan Unit 1 merupakan bagian dari upaya PLN menjaga keandalan Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Pengelolaan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada satu pembangkit, melainkan melalui pengaturan sejumlah pembangkit dan sumber daya yang tersedia dalam sistem.
Meiryandi mengatakan PLN melakukan optimalisasi secara terpadu untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
“Penguatan sistem tidak bertumpu pada satu pembangkit saja. PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk memastikan kesiapan pembangkit melalui pemeliharaan dan percepatan pemulihan unit-unit pembangkit,” ujarnya.
Selain mengembalikan pembangkit yang menjalani pemeliharaan, PLN juga melakukan pengaturan operasi sesuai kondisi sistem. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari pemulihan unit, percepatan pekerjaan pemeliharaan, hingga optimalisasi pembangkit yang telah tersedia.
“Kami terus bergerak melakukan berbagai langkah penguatan secara simultan. Setiap pembangkit memiliki peran dalam mendukung sistem secara keseluruhan, sehingga kesiapan setiap unit menjadi bagian penting dari upaya PLN menjaga dan memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat,” kata Meiryandi. (*/jan)













