KUTAI BARAT, Seputarkata.com- Operasi pencarian kapal ferry yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat, akhirnya mencapai titik akhir.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban, dengan total delapan orang meninggal dunia dan dua puluh lainnya selamat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, menyampaikan bahwa pencarian intensif dilakukan sejak pagi hingga malam hari oleh berbagai unsur SAR.
“Hasil pencarian hari kedua mencatat delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, seluruh penumpang kapal telah berhasil ditemukan,” ujarnya, Rabu 12 November 2025.
Korban pertama atas nama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan pada pukul 06.00 Wita di koordinat 0°3’31.60″S 115°36’56.30″E, berjarak sekitar 3,6 kilometer dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, korban lain seperti Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu atau Bogel (55), dan Ira (24) ditemukan di titik berbeda yang tersebar hingga radius 13 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.
Sementara korban terakhir, Pendy (30), ditemukan pada malam hari pukul 22.19 Wita dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 0°04’21.3″S 115°39’45.0″E, sekitar 10,7 kilometer dari titik kejadian.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar Barong Tongkok untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Endrow menjelaskan, upaya penyelaman ke badan kapal sempat dilakukan pada sore hari, namun terpaksa dihentikan karena arus sungai yang deras dan membahayakan penyelam.
“Kondisi arus di Sungai Mahakam cukup kuat, sehingga kami lebih fokus pada penyisiran permukaan dan observasi darat,” jelasnya.
Operasi SAR yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan unsur Basarnas Balikpapan, Polres Kutai Barat, Brimob Kompi 2, Polairud, BPBD Kaltim dan Kutai Barat, Dinas Perhubungan, TNI, serta relawan dan masyarakat sekitar.
Beragam peralatan digunakan, mulai dari rubber boat, speedboat, drone thermal, hingga peralatan selam.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Sinergi yang kuat inilah yang mempercepat proses evakuasi,” tutup Endrow. (*/jan)



