BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Puskesmas Damai menggelar Tes Kebugaran Haji bagi calon jemaah yang akan berangkat pada musim haji 2026.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 November 2025, di halaman Balikpapan Islamic Center dan diikuti oleh 30 jemaah yang sebelumnya telah melakukan medical check-up di Puskesmas Damai.
PJ Kesehatan Haji Puskesmas Damai, Rus Budiarti, menjelaskan bahwa tes kebugaran merupakan rangkaian penting untuk memastikan kesiapan fisik jemaah.
“Tes kebugaran haji ini mengevaluasi kekuatan, kecepatan, kelincahan, kelenturan, dan daya tahan tubuh. Tujuannya memastikan jemaah benar-benar fit untuk menjalani ibadah yang sangat menuntut fisik,” ujarnya.
Menurut Rus, ibadah haji melibatkan aktivitas berjalan jauh, berdesakan dengan banyak orang, hingga kondisi cuaca ekstrem.
“Kalau tidak terbiasa melatih otot dan paru-paru sejak di tanah air, nanti di sana akan berat sekali,” katanya.
Sebelum memasuki tahapan tes, para jemaah diperiksa oleh dokter, termasuk pengecekan berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah.
Setelah itu, peserta menjalani tes sesuai kategori usia. Untuk lansia di atas 60 tahun, digunakan Six Minute Walk Test, yakni berjalan bolak-balik selama enam menit dengan standar minimal 400 meter untuk dinyatakan bugar.
Sementara usia produktif menjalani Rockport Test, menempuh jarak 1,6 kilometer, di mana semakin cepat waktu yang ditempuh, semakin baik tingkat kebugarannya.
Namun hasil tes menunjukkan banyak peserta belum mencapai kategori bugar.
“Kebanyakan karena mereka tidak pernah latihan fisik terukur. Aktivitas sehari-hari seperti menyapu atau mencuci itu bukan latihan fisik, karena tidak bisa dinilai dan tidak terstruktur,” tegas Rus.
Jemaah yang belum bugar diminta berlatih mandiri di rumah. Tes kebugaran ini akan dilakukan kembali sekitar satu bulan sebelum keberangkatan sebagai evaluasi akhir.
“Harapannya, latihan mandiri membuat kondisi mereka meningkat sehingga siap menjalani rangkaian haji dengan aman,” tutup Rus. (*/ADV/jan)



