BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Program Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman TOGA) yang digagas Puskesmas Damai terus diperkuat agar dapat berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya sekadar menanam tanaman obat, tetapi juga mengedukasi warga tentang pemanfaatan dan pencatatan penggunaan tanaman untuk kesehatan.
Rifazul Aulia Rahman, Apoteker Penanggung Jawab sekaligus Koordinator Jejaring Puskesmas Damai, menjelaskan bahwa keberlanjutan Asman TOGA menjadi perhatian.
Tantangan terbesar yang ditemui adalah keterbatasan lahan di beberapa RT.
Namun, hal ini diantisipasi dengan kreativitas masyarakat, seperti menanam di polybag, bekas galon, atau bahkan bekas wadah ikan stereofoam di wilayah pesisir.
“Di RT40, misalnya, memang tidak ada lahan karena di pinggir pantai. Masyarakat memanfaatkan bekas tempat ikan untuk menanam tanaman obat, dan ternyata bisa berjalan efektif,” jelasnya, Minggu 16 November 2025.
Rifazul menekankan bahwa pembentukan Asman TOGA memerlukan koordinasi lintas pihak, mulai dari kader, RT, kelurahan, hingga kecamatan.
Program ini juga memiliki nilai kompetitif, karena setiap tahun dilakukan lomba Asman TOGA untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Strategi keberlanjutan yang kami lakukan adalah edukasi berkelanjutan. Puskesmas selalu mendorong masyarakat agar pengetahuannya bertambah mengenai manfaat tanaman obat keluarga,” ujarnya.
Selain edukasi, pencatatan dan pelaporan menjadi kunci agar program berjalan lebih terstruktur.
Masyarakat diajarkan mencatat jenis tanaman yang digunakan, durasi pemakaian, dan siapa yang memanfaatkannya.
Hal ini memudahkan pemantauan dan evaluasi manfaat tanaman obat bagi kesehatan.
“Misalnya kalau minum jahe, kita bisa tracking apakah ada efek tertentu. Pencatatan ini membuat penggunaan lebih terkendali dan aman,” tambah Rifazul.
Program Asman TOGA saat ini sudah berjalan di enam RT di wilayah Kelurahan Damai, Damai Baru, dan Damai Bahagia.
Keberhasilan ini menunjukkan antusiasme warga dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menjaga kesehatan.
Dengan strategi edukasi berkelanjutan, kreativitas dalam memanfaatkan lahan terbatas, serta pencatatan penggunaan tanaman obat, Puskesmas Damai berharap program Asman TOGA semakin berkembang.
Tujuannya, masyarakat tidak hanya mengenal tanaman obat, tetapi juga mampu mengelola kesehatan secara mandiri dan lebih sadar akan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing. (*/ADV/jan)



