BALIKPAPAN, Seputarkata.com – BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Kota Balikpapan memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI digelar Kamis, 26 Februari 2026.
Agenda lima tahunan itu akan berlangsung di Royal Mahligai Grand City (RM-GC) atau Golf Driving Range Club, dengan fokus utama memilih ketua DPD II periode selanjutnya.
Ketua DPRD Kota Balikpapan yang juga kader Golkar, Alwi Al Qadri, menyatakan seluruh tahapan teknis telah dipersiapkan, termasuk rapat pleno dan konsolidasi internal bersama pemilik suara.
Ia menyebut dinamika yang berkembang di internal partai cenderung mengarah pada satu figur kuat.
“Seluruh proses sudah kita lalui, termasuk pleno. Aspirasi dari pemilik suara, organisasi sayap, dan pimpinan tingkat kecamatan mengarah pada satu nama,” ujarnya.
Nama yang dimaksud adalah Rahmad Mas’ud. Menurut Alwi, dukungan kepada Rahmad bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan berdasarkan evaluasi atas capaian politik partai dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menilai kepemimpinan Rahmad berhasil memperkuat posisi Golkar di parlemen daerah. Hal itu tercermin dari peningkatan signifikan jumlah kursi di DPRD Kota Balikpapan pada periode terakhir.
“Kenaikan dari 11 menjadi 16 kursi adalah bukti konkret. Itu capaian yang tidak mudah dan menunjukkan kerja politik yang efektif,” tegasnya.
Alwi menambahkan, mayoritas kader menghendaki proses pemilihan berjalan secara aklamasi apabila tidak ada calon lain yang mendaftar.
Menurutnya, mekanisme tersebut sah secara organisasi selama memenuhi ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.
Terkait agenda politik jangka panjang menuju 2029, ia memilih tidak berspekulasi.
Alwi menegaskan bahwa arah dan target partai sepenuhnya menjadi kewenangan ketua terpilih bersama struktur pengurus yang baru.
“Target ke depan tentu ada, tetapi penentuannya merupakan ranah ketua dan pengurus. Sebagai kader, saya mendukung siapapun yang diputuskan forum, dan saat ini dukungan kuat memang mengarah kepada Pak Rahmad,” ujarnya.
Musda XI diharapkan tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi untuk memperkuat soliditas kader serta mempertegas strategi politik Golkar di Balikpapan ke depan. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



