BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Puskesmas Damai terus memperkuat edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin (Catin) melalui Program Catin Terpadu.
Penanggung jawab Program IVA dan PCR HPV DNA Puskesmas Damai, Yuyun Dwi Retnowati, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Program Catin sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan dalam Nawacita kelima, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Untuk itu, calon pengantin, baik laki-laki maupun perempuan, diharapkan melakukan persiapan kesehatan sejak sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
“Kita siapkan perencanaan kesehatan bagi calon pengantin sebagai calon orang tua. Mulai dari kesiapan menghadapi proses kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi nantinya,” jelas Yuyun diwawancarai, Senin 24 November 2025.
Menurutnya, beberapa masalah kesehatan masih sering ditemukan pada calon pengantin dan berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun anak.
Di antaranya kehamilan risiko tinggi, kekurangan energi kronis (KEK), anemia, serta risiko stunting pada anak.
Dengan pemeriksaan sejak dini, kondisi tersebut dapat ditangani sebelum adanya kehamilan.
Puskesmas Damai menganjurkan agar calon pengantin menjalani pemeriksaan Catin Terpadu minimal tiga bulan sebelum pernikahan.
Rentang waktu tiga bulan ini penting agar calon pengantin memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi kesehatan bila ditemukan masalah tertentu.
“Kalau ada anemia atau KEK, perbaikan masih bisa dilakukan sebelum perencanaan kehamilan. Sehingga saat menikah nanti, pasangan sudah dalam kondisi lebih sehat dan siap,” tambahnya.
Pemeriksaan catin biasanya meliputi pengecekan status gizi, tekanan darah, hemoglobin, riwayat penyakit, hingga konseling kesehatan reproduksi.
Program ini tidak hanya bertujuan menurunkan angka risiko kehamilan bermasalah, tetapi juga berkontribusi pada upaya nasional mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang generasi bangsa.
Yuyun berharap semakin banyak calon pasangan menikah yang sadar pentingnya pemeriksaan sebelum menikah.
Dengan melakukan deteksi dini, pasangan dapat merencanakan keluarga secara lebih matang, sehat, dan siap menghadapi masa depan.
“Harapannya semua calon pengantin mau melakukan pemeriksaan terpadu. Ini bukan sekadar prosedur, tetapi investasi kesehatan jangka panjang bagi keluarga,” tutupnya. (*/ADV/jan)



