BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Memasuki akhir tahun 2025, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Damai masih tinggi.
Retno Aulia Yohana, A.Md.Kes, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan, mengungkapkan bahwa sejak awal tahun kasus terus bertambah, dengan 12 kasus tercatat hanya pada bulan Oktober.
Menurut Aulia, naiknya angka DBD berkaitan erat dengan kondisi cuaca yang memasuki musim hujan.
Air yang menggenang dan lingkungan yang kurang bersih menjadi kombinasi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Oleh karena itu, respons cepat dilakukan melalui PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk.
“Setiap kali ada kasus muncul, kami langsung turun melakukan PSN dan mengedukasi warga. Fogging hanya dilakukan kalau kasus di satu RT lebih dari dua. Ada prosedurnya, tidak bisa langsung fogging,” jelas Aulia diwawancarai, Senin 24 November 2025.
Ia menambahkan bahwa banyak masyarakat belum menyadari bahwa tempat-tempat kecil seperti wadah kecil, hingga genangan di sampah dapat menjadi sarang jentik.
Kesadaran masyarakat dinilai masih menjadi tantangan besar dalam pengendalian DBD.
Gerakan 3M yakni Menguras, Menutup, dan Mengubur, terus disosialisasikan setiap kali tim PSN turun ke lapangan.
“Saat kami keliling, kami pasti tekankan pentingnya 3M. Kerja bakti bersama juga rutin dilakukan,” ujarnya.
Beberapa wilayah disebut memerlukan perhatian khusus, terutama daerah pesisir di Kelurahan Damai Bahagia.
Aulia menjelaskan wilayah ini rawan karena adanya abrasi serta masuknya sampah laut yang kembali menumpuk meski telah dibersihkan.
Untuk gejala DBD, tanda paling umum adalah demam tinggi yang tidak turun-turun selama tiga hari meski sudah mengonsumsi obat penurun panas. Penurunan nafsu makan, nyeri lambung, dan lemas juga sering menyertai.
“Jika demam tiga hari tidak reda, segera cek darah. Jangan menunggu. DBD bisa fatal bila terlambat,” tegasnya.
Retno mengimbau seluruh warga agar tidak menganggap remeh DBD. “Penyakit ini tidak menyerang anak-anak saja, tetapi juga orang dewasa dan lansia. Mari jaga lingkungan dan lakukan langkah pencegahan bersama,” tutupnya. (*/ADV/jan)



