BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Upaya peningkatan layanan kesehatan ibu hamil terus dilakukan Puskesmas Damai melalui pengembangan pelayanan USG dasar yang telah berjalan sejak tahun 2023.
Hal ini disampaikan dr. Auliansyah Aldisela J.S, dokter umum Puskesmas Damai yang terlibat langsung dalam program tersebut.
Menurutnya, sejak layanan USG dibuka, dokter-dokter di puskesmas mendapatkan pelatihan khusus untuk memperoleh sertifikat dari Dinas Kesehatan.
Pelayanan USG di Puskesmas Damai berfokus pada pemeriksaan obstetri dasar, khususnya skrining kehamilan.
Pemeriksaan ini mencakup penilaian posisi janin, usia kehamilan, jumlah janin, kondisi plasenta, serta evaluasi cairan ketuban. Pemeriksaan fisik ibu, seperti inspeksi, palpasi, dan auskultasi, juga menjadi bagian penting dalam layanan antenatal.
Dari sisi kompetensi tenaga kesehatan, Puskesmas Damai kini memiliki dua dokter yang telah tersertifikasi untuk melakukan USG, serta empat dokter intensif yang dilatih dan bekerja di bawah pendampingan.
“Kami ingin memastikan setiap tenaga medis memahami standar pemeriksaan yang tepat. Pelatihan terus digelar secara berkelanjutan,” ujar dr. Auliansyah, Jumat 21 November 2025.
Tingginya permintaan layanan USG menjadi tantangan tersendiri. Meningkatnya jumlah pasien membuat kebutuhan akan tenaga profesional semakin besar.
Untuk menjaga kualitas layanan, Dinas Kesehatan menurut dr. Aliansyah, melakukan monitoring dan evaluasi rutin setiap bulan.
“Evaluasi ini penting untuk melihat kendala di lapangan serta menentukan langkah perbaikan. Jika ada kesulitan, kami langsung koordinasikan,” tambahnya.
Mayoritas hasil pemeriksaan yang ditemukan adalah kehamilan normal. Meski begitu, keberadaan USG sangat penting untuk mendeteksi penyulit sejak dini, sehingga pasien dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
“Peran USG di puskesmas sebagai skrining awal sangat membantu menentukan penanganan yang cepat dan tepat,” tegasnya.
Dengan terus meningkatkan kapasitas dokter dan fasilitas, Puskesmas Damai menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan antenatal yang lebih akurat, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat. (*/ADV/jan)



