BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Puskesmas Damai mengajak orang tua, khususnya ibu dengan bayi usia 6 bulan, untuk lebih proaktif mengikuti program Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT).
Atiek Sumarti, PJ Kesehatan Anak Puskesmas Damai, menegaskan bahwa PKAT memiliki peran sangat penting dalam mendeteksi dini berbagai masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada usia 6 bulan yang merupakan fase awal dimulainya MPASI.
Menurut Atiek, kehadiran orang tua dalam PKAT sangat menentukan. Pemeriksaan ini memungkinkan tim medis mengetahui apakah ada gangguan pertumbuhan, seperti tahapan motorik yang tidak sesuai usia.
“Misalnya, anak usia enam bulan seharusnya sudah bisa tengkurap atau bolak-balik. Kalau belum, itu bisa menjadi tanda awal keterlambatan perkembangan,” jelasnya, Jumat 21 November 2025.
Selain skrining perkembangan, dokter juga memeriksa kesehatan umum untuk memastikan tidak ada kelainan fisik atau gangguan kesehatan lain yang berpotensi menghambat pertumbuhan.
Program PKAT juga memberikan edukasi penting mengenai MPASI, karena usia 6 bulan adalah saat anak mulai menerima makanan pendamping ASI.
Kesalahan dalam pemberian MPASI dapat berdampak pada pertumbuhan jangka panjang.
“Di sini kami jelaskan mana MPASI yang tepat, bagaimana porsinya, dan bagaimana cara menjaga gizinya,” tambah Atiek.
Ia menekankan bahwa manfaat terbesar PKAT adalah kemampuan mendeteksi masalah lebih cepat sehingga penanganan dapat diberikan lebih awal.
Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang anak untuk tumbuh sesuai tahapan perkembangan yang normal.
“Lebih cepat terdeteksi, lebih cepat ditangani. Itu prinsip utama PKAT,” ujarnya.
Meski program ini sudah berjalan setiap bulan, Atiek mengakui tingkat kehadiran masih belum optimal. Karena itu ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya mengikuti pemeriksaan ini.
“Harapan kami datanglah. Karena ini untuk memastikan masa depan pertumbuhan anak, dan pemeriksaan ini sangat penting,” pesan Atiek.
Dengan edukasi yang semakin intensif dan dukungan orang tua, PKAT diharapkan mampu menjadi garda depan deteksi dini masalah kesehatan anak di Balikpapan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Damai. (*/ADV/jan)



