BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Imunisasi menjadi salah satu upaya paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit anak-anak.
Pengelola Program Imunisasi Puskesmas Damai, Wahyu Widyawati, menegaskan pentingnya imunisasi lengkap sesuai usia untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.
“Imunisasi itu merupakan upaya pencegahan penyakit yang bisa dicegah melalui vaksin. Contohnya, dua bulan lalu terjadi banyak kasus campak. Dari hasil surveilans kami, anak-anak yang terkena campak ternyata belum pernah mendapatkan imunisasi,” jelas Wahyu, Rabu 19 November 2025.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa anak yang tidak divaksin dapat menularkan penyakit kepada anak lain. Oleh karena itu, imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.
“Untuk mencegah kejadian luar biasa atau KLB, cakupan minimal harus 95 persen agar terbentuk herd immunity,” tambahnya.
Wahyu menekankan bahwa imunisasi harus diberikan lengkap dan sesuai usia anak. Meski seorang anak sedang sakit atau dalam pengobatan, imunisasi tetap dapat dikejar hingga usia 59 bulan.
Hal ini memastikan anak-anak memiliki perlindungan maksimal terhadap penyakit menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Program imunisasi yang dijalankan Puskesmas Damai mencakup berbagai vaksin dasar, seperti BCG, DPT, Polio, Rotavirus, dan PCV, yang diberikan sejak bayi baru lahir hingga balita usia sembilan bulan.
Selain itu, Puskesmas Damai juga melakukan imunisasi tambahan untuk ibu hamil, seperti vaksin tetanus-difteri, untuk melindungi ibu dan bayi yang akan lahir.
Pihak Puskesmas Damai secara aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Kegiatan dilakukan melalui posyandu, sweeping imunisasi, hingga inovasi digital seperti video edukasi dan sosialisasi melalui Zoom.
Strategi ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua agar tidak melewatkan jadwal imunisasi anak.
“Imunisasi sangat penting. Kalau semua anak divaksin lengkap sesuai usia, bukan hanya anak itu terlindungi, tetapi juga lingkungan sekitar terhindar dari penyakit menular,” pungkas Wahyu. (*/ADV/jan)



