BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Dalam era digital seperti sekarang ini, anak-anak lebih tertarik menghabiskan waktu dengan perangkat digital, menonton video, atau bermain game daripada membaca buku.
Fenomena ini menjadi perhatian serius para orang tua dan guru, karena penggunaan gawai yang berlebihan dapat berdampak negatif pada minat belajar dan literasi anak-anak.
Iim, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya minat baca di kalangan anak-anak.
Menurutnya, meskipun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah digunakan untuk membeli buku sesuai aturan, banyak buku yang tidak dibaca oleh siswa.
“Kami sudah membeli buku dengan dana BOS, namun sayangnya buku-buku itu jarang disentuh, apalagi dibaca oleh siswa,” ungkap Iim, Jumat, 8 November 2024.
Iim juga menyarankan agar pemerintah daerah, melalui Dinas Perpustakaan dan instansi terkait, berkolaborasi dalam meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak.
“Bagaimana kita bisa membangun kebiasaan membaca pada generasi muda, jika tidak dimulai sekarang, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Salah satu usulan Iim adalah meningkatkan fasilitas perpustakaan di tingkat kelurahan dan menyesuaikan koleksi buku dengan minat pembaca setempat.
“Perpustakaan kelurahan dan kampung pustaka sudah ada di beberapa tempat. Akan lebih baik jika kita tahu apa yang diminati anak-anak di sana, sehingga bisa memberikan buku yang sesuai dengan minat mereka,” lanjutnya.
Komisi IV DPRD Balikpapan mendukung penuh upaya peningkatan literasi melalui penyediaan sarana dan prasarana membaca di setiap kelurahan.
Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, diharapkan minat baca generasi muda Balikpapan bisa tumbuh kembali, menciptakan generasi yang cerdas dan berwawasan luas. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



