BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Memasuki bulan suci Ramadan, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifudin Odang, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga.
Aktivitas memasak yang meningkat saat sahur dan berbuka puasa dinilai berisiko apabila tidak disertai pengecekan menyeluruh sebelum meninggalkan dapur.
Menurut Odang, kebiasaan terburu-buru selepas memasak kerap membuat sebagian orang lupa memastikan kondisi kompor dan tabung gas dalam keadaan aman.
Padahal, sebagian besar rumah tangga di Balikpapan menggunakan LPG sebagai sumber energi utama untuk memasak.
“Momentum Ramadan ini aktivitas di dapur jauh lebih intens. Karena itu, sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat, pastikan kompor sudah benar-benar mati dan tidak ada kebocoran pada tabung maupun selang gas,” ujarnya, Jumat 20 Februari 2026.
Ia menegaskan, kebakaran rumah sering kali dipicu kelalaian sederhana, seperti regulator yang tidak terpasang sempurna, selang gas yang sudah aus, atau kompor yang masih menyala tanpa disadari.
Situasi ini bisa berujung pada kerugian besar, baik materiil maupun korban jiwa.
“Kelalaian kecil bisa berdampak panjang. Jangan anggap sepele hal-hal yang terlihat sederhana,” tegasnya.
Selain pengecekan kompor dan tabung LPG, Odang juga menyarankan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di dapur, memastikan tidak ada kabel terkelupas atau sambungan yang berpotensi memicu percikan api.
Ia mengimbau agar masyarakat menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sederhana di rumah sebagai langkah antisipasi awal.
Tak hanya itu, ia mendorong budaya saling peduli di lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, pengawasan kolektif dan komunikasi antarwarga dapat menjadi benteng awal mencegah musibah.
“Kita perlu saling mengingatkan. Kalau mencium bau gas atau melihat potensi bahaya di sekitar, segera beri tahu pemilik rumah atau laporkan ke pihak terkait,” katanya.
Odang berharap, dengan meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan warga dalam menjaga keamanan dapur, angka kebakaran rumah tangga selama Ramadan dapat ditekan.
Dengan begitu, masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan rasa tenang tanpa dibayangi kekhawatiran musibah.
“Ramadan adalah bulan ibadah dan kebersamaan. Jangan sampai kelalaian kecil justru mengganggu kekhusyukan kita,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)

