BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Menyambut Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia bersama perbankan, Pegadaian, dan Perbarindo menghadirkan layanan penukaran uang rupiah dalam program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026.
Di wilayah kerja Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser, total Uang Layak Edar (ULE) yang disiapkan mencapai Rp2 triliun, naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, saat membuka kegiatan pada Rabu, 18 Februari 2026, menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan kecukupan uang tunai yang aman dan berkualitas di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Program SERAMBI tahun ini kami optimalkan agar layanan penukaran lebih tertata, nyaman, dan merata. Ketersediaan uang rupiah yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
Pada 2026, BI mengoptimalkan penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) untuk mempermudah masyarakat dalam memesan layanan penukaran, termasuk melalui loket perbankan.
Digitalisasi ini diharapkan mampu mengurangi antrean, meningkatkan kepastian jadwal, serta menciptakan distribusi rupiah yang lebih efisien.
Peluncuran SERAMBI 2026 turut ditandai dengan pelepasan mobil kas keliling BI dan perbankan yang akan menyasar sejumlah titik strategis di Kota Balikpapan, Kabupaten PPU, dan Kabupaten Paser.
Sinergi dengan perbankan, Pegadaian, serta Perbarindo dilakukan guna memperluas jangkauan layanan.
Secara keseluruhan, layanan penukaran tersedia di 213 titik yang tersebar melalui jaringan perbankan, Pegadaian, dan BPR anggota Perbarindo.
BI menyiapkan 26.620 paket penukaran untuk dua tahap periode, yakni 18–27 Februari 2026 dan 1–15 Maret 2026.
Selain layanan di loket, BI juga menggelar kas keliling tematik dan penukaran terpadu.
Pendaftaran melalui aplikasi PINTAR untuk skema lanjutan akan dibuka mulai 13 Maret 2026 melalui laman resmi pintar.bi.go.id, sehingga masyarakat dapat memilih lokasi dan jadwal sesuai kebutuhan.
Tak hanya memastikan ketersediaan uang tunai, BI juga mendorong peningkatan transaksi non-tunai melalui mobile banking, internet banking, dan QRIS guna mendukung sistem pembayaran yang efisien dan aman.
Dalam momentum ini, BI kembali mengajak masyarakat untuk menguatkan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawatnya dengan prinsip 5J: Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi.
Bangga Rupiah menempatkan mata uang sebagai simbol kedaulatan bangsa, sementara Paham Rupiah tercermin dalam perilaku belanja bijak, mendukung produk UMKM dalam negeri, serta membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi.
Dengan peningkatan alokasi dana dan perluasan titik layanan, SERAMBI 2026 diharapkan mampu menjaga kelancaran transaksi masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah selama bulan suci hingga Lebaran. (*/jan)



